Senin, 13 Juli 2026

Kereta dan Kedewasaan

Dulu, aku tak pernah mempermasalahkan kereta yang tiba tengah malam. Selalu ada papa yang menjemput. Waktu itu, beliau masih cukup sehat untuk menyetir sendiri di jam berapa pun.

Sekarang, aku selalu mencari jadwal yang tiba pagi atau paling lambat sore. Kalau pun sampai rumah, rasanya lebih tenang saat tidak mengganggu waktu istirahat orang tua. 

Ternyata, menjadi dewasa kadang sesederhana berubahnya preferensi jadwal kereta. Ada rindu yang tak lagi menuntut untuk dijemput, melainkan hanya ingin memastikan mereka tetap baik-baik saja.

Dari hanya sekedar pulang, kini juga harus tahu kapan waktu terbaik untuk datang. 
Terlihat rumit.
Padahal ketika papa mama tahu, pulang kapan pun mereka tetap merasakan satu hal: senang anaknya datang. :D