Minggu, 06 September 2026

Langkah yang Menjauh dan Air Mata yang Menderas

Aku berangkat kerja untuk membuat keluargaku bahagia. Sedihnya, setiap kali aku berangkat, anak-anak justru menangis.

Ada rasa bersalah yang sulit dijelaskan setiap kali melihat mereka berdiri di depan pintu, melepas kepergianku.

Aku tahu, aku bekerja untuk mereka. Untuk masa depan mereka. Untuk memastikan mereka baik-baik saja.

Sering aku bertanya-tanya: kalau kebahagiaan yang sedang aku kejar mengharuskanku terlalu sering pergi, sebenarnya apa yang sedang aku perjuangkan?

Mungkin itu sebabnya, belakangan ini aku lebih sering memikirkan tentang pulang.

Pulang bukan cuma soal kembali ke rumah. Ada sesuatu yang kita cari di sana.

Dan mungkin, di antara riuh Jakarta dan anginnya yang entah masih ada atau tidak, aku sedang mencari jalan untuk pulang.


*Ditulis di atas Sembrani, saat sahur tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar